Rindu itu hak segala bangsa
[John Koplo: 2014]. Oleh karena itu aku ingin tegaskan rinduku padamu wahai
bulan Oktober, dimana pemuda Indonesia pernah bersumpah di bulan ini untuk
bersatu dalam satu tumpah darah, bangsa, dan bahasa persatuan.
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober
1928
Mundur ke beberapa tahun
sebelum Sumpah Pemuda, di bulan Oktober pula pernah terjadi sebuah revolusi
besar dalam linimasa sejarah dunia. Dikenal dengan sebutan Revolusi Oktober (Russian: Вели́кая Октя́брьская социалисти́ческая револю́ция) dengan
pemimpin besar Uni Soviet kala itu, Vladimir Lenin yang memimpin revolusi besar
secara masif dan sporadis yang hingga kini namanya selalu dikenang bangsa Rusia.
Betapa tidak, dengan songongnya Lenin mengubah nama kota yang semula bernama
Petrograd (Russian: Петроград) yang bermakna kotanya
Peter The Great dengan namanya sendiri menjadi Leningrad (Russian: Ленингра́д) alias kotanya Lenin, yang sekarang bernama Saint Petersburg (Russian:
Санкт-Петербург).
Aku telah melewatkan Oktober
dengan tidak menulis satu pun di blog ini. Padahal Si Billie Joe Armstrong yang
vokalis Green Day bilang: tolong bangunin saya kalau September berakhir. Maka
dari itu maafkan aku, Oktober.
No comments:
Post a Comment