Doa
itu merupakan inti dari hamper seluruh ibadah yang Allah syariatkan di bumi
ini. Seluruh kegiatan hamba terangkum dalam satu kata yaitu doa sehingga sampai
ada pepatah bilang tiada kata seindah doa. Bicara soal doa, saya punya suatu
kisah unik yaitu tentang doa dan harapan akan laptop baru, maksudnya baru di
sini sebagai pengganti yang lama, jangan salah paham. Nah singkat cerita saya
pernah doa minta laptop pengganti mengingat laptop yang terakhir saya pakai
teramat usang dan lemot untuk dipakai bekerja sebagaimana mestinya. Walhasil
saya angkat tangan dan doa spesifik intinya minta laptop pengganti bebas mau
baru atau bekas. Alhamdulillah doa saya diijabah. Tepat pada acara The Lightify
Project dimana saya menjadi panitianya dan di situ saya hanya bawa barang
seadanya alias tas kosong, Alhamdulillah dengan izin Allah ketika pulang saya
bawa laptop yang dengannya saya tulis kisah ini.[]
ketikateksbicara
lebih dari sekedar kata
Tuesday, February 25, 2025
Doa Minta Laptop dan Percaya
Friday, December 20, 2024
Sebuah Percakapan dengan Artificial Intelligence: Studi Kasus Gus Miftah dan Kata Goblok
Sepertinya antum agak goblok ya?
Poe
Saya
minta maaf jika jawaban saya tidak memuaskan atau tidak sesuai dengan harapan
Anda. Saya di sini untuk membantu, jadi jika ada yang ingin Anda bahas lebih
lanjut atau jika ada yang bisa saya perbaiki, silakan beri tahu saya!
kata
maaf tidak selamanya menyelesaikan masalah
Poe
Anda
benar, kata maaf tidak selalu cukup untuk menyelesaikan masalah. Terkadang,
tindakan dan pemahaman yang lebih dalam diperlukan untuk benar-benar mengatasi
situasi. Jika ada hal spesifik yang ingin Anda diskusikan atau jika Anda
memiliki pertanyaan lebih lanjut, saya siap membantu.
anda
tahu gus miftah?
Poe
Ya,
Gus Miftah adalah seorang tokoh agama dan pendakwah di Indonesia yang dikenal
dengan pendekatan yang modern dan relevan terhadap isu-isu sosial. Ia sering
memberikan ceramah yang menginspirasi, menggunakan humor, dan membahas
tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, Gus Miftah juga
aktif di media sosial, yang membuatnya memiliki banyak pengikut di kalangan
generasi muda. Apakah ada hal tertentu tentang Gus Miftah yang ingin Anda
ketahui lebih lanjut?
gus
miftah pernah bilang goblok
Poe
Ya,
Gus Miftah pernah menggunakan kata "goblok" dalam konteks humor atau
kritik. Ia sering menekankan pentingnya berpikir kritis dan tidak mudah
terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. Dengan gaya bicaranya yang santai
dan menghibur, ia mencoba menyampaikan pesan agar masyarakat, terutama generasi
muda, lebih cerdas dalam menyikapi berbagai isu. Jika ada aspek tertentu dari
pernyataannya yang ingin Anda diskusikan lebih lanjut, silakan beri tahu!
apakah
gus miftah goblok?
Poe
Gus
Miftah tidak bisa dinilai sebagai "goblok" dalam konteks negatif.
Sebagai seorang tokoh agama dan pendakwah, ia dikenal cerdas dan memiliki
pemahaman yang mendalam tentang banyak isu. Kata-kata atau ungkapan humor yang
ia gunakan seringkali bertujuan untuk mengajak orang berpikir dan merenung,
bukan untuk merendahkan. Jika ada pandangan atau kritik tertentu yang Anda
miliki tentang Gus Miftah, saya dengan senang hati akan mendiskusikannya.
cerdas
dari mananya? dia saja dengan entengnya vonis orang lain dengan kata goblok
Poe
Memang,
menggunakan istilah seperti "goblok" untuk menyebut orang lain dapat
menimbulkan kontroversi dan dianggap tidak pantas, terutama jika itu merujuk
pada orang yang berbeda pendapat.
Gus Miftah
sering kali berusaha menyampaikan pesan dengan cara yang menarik perhatian,
tetapi pendekatannya bisa diperdebatkan. Beberapa orang mungkin melihat ini
sebagai cara untuk memicu refleksi atau diskusi, sementara yang lain mungkin
merasa bahwa itu tidak sopan atau merugikan.
Penting untuk
membedakan antara gaya komunikasi dan substansi pesan. Jika Anda memiliki
pendapat atau pengalaman spesifik terkait hal ini, saya sangat menghargai jika
Anda mau membagikannya!
Apa
dampak penggunaan kata "goblok" terhadap citra Gus Miftah?
Poe
Penggunaan
kata "goblok" oleh Gus Miftah dapat memiliki beberapa dampak terhadap
citranya, baik positif maupun negatif:
Dampak
Positif:
Daya
Tarik: Gaya komunikasinya yang santai dan
humoris dapat menarik perhatian anak muda, membuat ceramahnya lebih mudah
diingat dan diakses.
Mendorong
Diskusi: Kata-kata provokatif dapat
memicu diskusi dan refleksi di kalangan audiens, mendorong mereka untuk berpikir
lebih kritis tentang isu yang diangkat.
Dampak
Negatif:
Kontroversi:
Penggunaan kata tersebut dapat menimbulkan kontroversi dan kritik, terutama
dari mereka yang merasa kata-kata itu merendahkan atau tidak pantas.
Citra
Negatif: Bagi sebagian orang, ini
dapat merusak citra Gus Miftah sebagai seorang tokoh agama yang seharusnya
menunjukkan sikap bijaksana dan penghormatan terhadap orang lain.
Secara
keseluruhan, dampak tersebut sangat tergantung pada perspektif individu dan
konteks di mana kata-kata itu diucapkan. Jika Anda memiliki pandangan lebih
lanjut tentang hal ini, saya senang untuk mendiskusikannya!
bisa
anda elaborasikan terkait kata goblok dalam konteks budaya indonesia dalam
format essay?
Poe
Kata
"Goblok" dalam Konteks Budaya Indonesia
Kata
"goblok" adalah istilah yang sering digunakan dalam percakapan
sehari-hari di Indonesia. Maknanya yang secara harfiah berarti bodoh atau tidak
cerdas, menjadikannya sebuah kata yang dapat menimbulkan perdebatan terkait
penggunaannya dalam konteks sosial dan budaya. Dalam esai ini, kita akan
mengeksplorasi berbagai nuansa dan dimensi yang melekat pada kata
"goblok" dalam budaya Indonesia.
Makna
dan Penggunaan Umum
Secara
umum, "goblok" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap
bodoh atau tidak berpengetahuan. Namun, dalam konteks informal, kata ini sering
kali diucapkan dengan nada humoris dan bersahabat. Misalnya, saat bercanda
dengan teman, seseorang mungkin mengatakan, "Kamu goblok banget sih!"
sebagai bentuk sindiran yang tidak bermaksud merendahkan. Penggunaan semacam
ini mencerminkan cara orang Indonesia menggunakan humor untuk mengurangi
ketegangan dalam interaksi sosial.
Humor
dalam Budaya
Dalam
banyak budaya, termasuk Indonesia, humor memainkan peranan penting dalam
komunikasi. Penggunaan kata "goblok" dalam konteks humor dapat
menciptakan kedekatan antar individu. Ini menunjukkan bahwa masyarakat
Indonesia mampu mengangkat tema serius dengan cara yang lebih ringan. Namun,
penting untuk diingat bahwa konteks dan hubungan antar individu sangat
berpengaruh terhadap bagaimana kata ini diterima.
Kritik
Sosial
Di
sisi lain, "goblok" juga sering digunakan sebagai alat kritik sosial.
Ketika seseorang menggunakan kata ini untuk menyebut perilaku atau keputusan
yang dianggap tidak bijaksana, kata tersebut berfungsi sebagai bentuk protes
atau sindiran. Misalnya, dalam diskusi mengenai kebijakan publik, seseorang
mungkin mengatakan, "Itu keputusan goblok!" untuk mengekspresikan
ketidaksetujuan terhadap langkah yang diambil. Dalam hal ini, penggunaan kata
ini mencerminkan kebutuhan akan refleksi kritis dalam masyarakat.
Norma
dan Etika
Meskipun
kata "goblok" sering digunakan dalam konteks yang lebih santai, ada
norma sosial yang mendasari penggunaannya. Dalam budaya Indonesia, terdapat
nilai-nilai sopan santun dan penghormatan yang kuat. Penggunaan bahasa kasar
atau merendahkan, terutama di hadapan orang yang lebih tua atau dalam konteks
formal, dianggap tidak pantas. Oleh karena itu, penggunaan kata "goblok"
dapat berisiko menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat, terutama jika
dianggap merendahkan atau tidak menghormati orang lain.
Persepsi
Individu
Persepsi
terhadap kata "goblok" sangat subjektif dan bervariasi di antara
individu. Beberapa orang mungkin menganggapnya sebagai bagian dari gaya
komunikasi yang jujur dan terbuka, sementara yang lain mungkin merasa
tersinggung atau tidak nyaman. Hal ini menunjukkan kompleksitas interaksi
sosial di Indonesia, di mana makna suatu kata dapat berubah tergantung pada
konteks dan hubungan antar individu.
Kesimpulan
Kata
"goblok" dalam konteks budaya Indonesia mencerminkan dinamika sosial
yang kaya dan cara orang berinteraksi satu sama lain. Meskipun sering digunakan
dengan humor, kata ini juga memiliki potensi untuk menimbulkan kritik sosial
dan merusak hubungan jika tidak digunakan dengan hati-hati. Dalam masyarakat
yang menjunjung tinggi nilai-nilai sopan santun, penting bagi individu untuk
mempertimbangkan konteks dan audiens sebelum menggunakan istilah ini. Dengan
demikian, pemahaman yang lebih dalam tentang penggunaan kata "goblok"
dapat membantu kita berkomunikasi dengan lebih efektif dan sensitif dalam
masyarakat yang beragam.
Bagaimana
kata "goblok" dibandingkan dengan kata-kata sejenis lainnya?
Poe
Kata
"goblok" memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan dengan kata-kata
sejenis lainnya dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah beberapa perbandingan:
1. Kata Sejenis
- Bodoh:
Ini adalah sinonim yang lebih formal dan sering digunakan dalam konteks
yang lebih serius. "Bodoh" memiliki konotasi yang lebih negatif
dibandingkan "goblok," yang bisa lebih humoris dalam konteks
tertentu.
- Dungu:
Kata ini juga berarti bodoh, tetapi seringkali dianggap lebih kasar dan
merendahkan. Penggunaannya cenderung lebih jarang dalam percakapan santai.
- Tolol:
Ini adalah istilah lain yang merujuk pada ketidakcerdasan, tetapi juga
memiliki konotasi yang lebih berat. "Tolol" bisa dianggap lebih
ofensif dibandingkan "goblok."
2. Nuansa dan Konteks
- Goblok:
Dalam banyak konteks, "goblok" bisa digunakan dengan nada
humoris atau sindiran. Ini mencerminkan cara orang Indonesia sering kali
menggunakan bahasa untuk menciptakan kedekatan sosial.
- Bodoh
dan Dungu:
Kata-kata ini lebih cenderung digunakan dalam konteks yang lebih serius
atau formal, dan bisa dianggap ofensif jika digunakan untuk merendahkan
orang lain.
- Tolol:
Kata ini memiliki konotasi yang sangat negatif dan sering dianggap sebagai
penghinaan berat, sehingga penggunaannya lebih jarang dalam interaksi
sehari-hari.
3. Reaksi Sosial
- Goblok:
Mungkin lebih diterima dalam konteks santai, tetapi tetap dapat
menimbulkan reaksi negatif tergantung pada situasi.
- Bodoh,
Dungu, Tolol: Penggunaan kata-kata ini cenderung
menimbulkan reaksi negatif yang lebih kuat, terutama jika diucapkan di
depan orang yang lebih tua atau dalam situasi formal.
4. Kesopanan dan Etika
- Semua
kata ini menyoroti tantangan dalam menjaga sopan santun dalam komunikasi.
Meskipun "goblok" bisa dipakai secara humoris, penting untuk
mempertimbangkan konteks dan audiens agar tidak menyinggung perasaan orang
lain.
Kesimpulan
Kata
"goblok" memiliki tempatnya dalam bahasa sehari-hari di Indonesia,
terutama dalam konteks humor dan kritik sosial. Namun, penting untuk menyadari
bahwa penggunaannya dapat memiliki dampak yang berbeda dibandingkan dengan
kata-kata sejenis lainnya, tergantung pada konteks dan hubungan antar individu.
Memahami nuansa ini dapat membantu kita berkomunikasi dengan lebih efektif dan
sensitif.
Kehidupan Generasi Z di Indonesia: Masalah dan Keunikan di Era Media Sosial
Written by Artificial Intelligence POE
Generasi Z,
yang mencakup individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal
2010-an, kini menjadi kelompok usia yang mendominasi populasi Indonesia. Dalam
konteks perkembangan teknologi yang pesat dan akses internet yang semakin luas,
kehidupan Gen Z di Indonesia memiliki karakteristik unik yang berbeda dari generasi
sebelumnya. Dalam esai ini, kita akan mengeksplorasi berbagai aspek kehidupan
Gen Z, termasuk tantangan yang mereka hadapi serta keunikan mereka dalam
berinteraksi di media sosial.
Akses
dan Pengaruh Teknologi
Salah satu
ciri khas dari Generasi Z adalah keterpaparan mereka terhadap teknologi digital
sejak usia dini. Banyak dari mereka yang tumbuh dengan smartphone dan internet,
membuat mereka menjadi digital natives yang terampil. Akses cepat ke informasi
memberikan peluang bagi mereka untuk belajar dan berinovasi secara mandiri.
Namun, di balik keuntungan ini, terdapat berbagai tantangan, terutama terkait
kesehatan mental.
Kesehatan
Mental
Penelitian
menunjukkan bahwa Gen Z di Indonesia mengalami tingkat kecemasan dan depresi
yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Tekanan untuk tampil
sempurna di media sosial sering kali memicu perasaan tidak cukup baik, yang
diperparah oleh budaya perbandingan yang ada di platform-platform tersebut.
Cyberbullying juga menjadi masalah serius, di mana banyak individu yang
mengalami penindasan secara daring. Meskipun terhubung secara digital, banyak
Gen Z yang merasa kesepian, menciptakan paradoks sosial yang menarik namun
menyedihkan.
Pendidikan
dan Karier
Pendidikan
menjadi salah satu fokus utama bagi Generasi Z. Dengan banyaknya informasi yang
tersedia secara online, mereka cenderung memiliki cara belajar yang berbeda
dibandingkan generasi sebelumnya. Banyak Gen Z yang memilih untuk belajar
secara mandiri melalui platform online seperti YouTube, Coursera, atau Udemy.
Namun, sistem pendidikan formal di Indonesia sering kali tidak mampu mengikuti
perkembangan zaman, mengakibatkan ketidaksesuaian antara kurikulum dengan
kebutuhan industri.
Tantangan
Karier
Ketika
memasuki dunia kerja, Generasi Z menghadapi tantangan tersendiri. Mereka
menginginkan fleksibilitas dan makna dalam pekerjaan. Pekerjaan yang monoton
atau tidak sesuai dengan nilai pribadi sering kali ditolak. Selain itu, banyak
perusahaan yang belum sepenuhnya memahami cara berkomunikasi dan berinteraksi
dengan generasi ini, menciptakan kesenjangan antara harapan dan realitas. Gen Z
cenderung mencari lingkungan kerja yang mendukung kreativitas dan inovasi,
serta perusahaan yang memiliki komitmen terhadap tanggung jawab sosial.
Aktivisme
dan Kesadaran Sosial
Salah satu
ciri khas dari Generasi Z adalah kesadaran sosial yang tinggi. Mereka dikenal
sebagai generasi yang peduli dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Media sosial
menjadi platform yang efektif bagi mereka untuk menyuarakan pendapat dan berpartisipasi
dalam gerakan sosial. Banyak Gen Z yang terlibat dalam kampanye perubahan
iklim, hak asasi manusia, dan kesetaraan gender.
Media
Sosial sebagai Alat Aktivisme
Media sosial
tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi, tetapi juga sebagai
alat untuk mengorganisir gerakan dan menyebarluaskan informasi. Kampanye
seperti #SaveOurPlanet dan #BlackLivesMatter mendapatkan dukungan luas dari Gen
Z Indonesia. Namun, tantangan muncul ketika informasi yang disebarkan tidak
akurat atau hoaks, yang dapat merusak reputasi gerakan tersebut. Oleh karena
itu, penting bagi Gen Z untuk kritis terhadap informasi yang mereka terima dan
sebar.
Keunikan
Budaya dan Interaksi Sosial
Generasi Z di
Indonesia memiliki cara unik dalam berinteraksi dan mengekspresikan diri.
Mereka cenderung memilih platform yang bersifat visual, seperti Instagram dan
TikTok, untuk berbagi konten kreatif. Tren viral sering kali muncul dari
komunitas Gen Z, menciptakan budaya yang dinamis dan cepat berubah. Penggunaan
meme, tantangan, dan video pendek menjadi cara mereka untuk berkomunikasi dan
mengekspresikan kreativitas.
Peran
Influencer
Influencer
memiliki pengaruh besar terhadap perilaku dan pilihan Gen Z. Banyak dari mereka
yang mengikuti gaya hidup influencer, baik dalam fashion, makanan, maupun gaya
hidup sehari-hari. Fenomena ini menciptakan tekanan untuk memenuhi standar yang
ditetapkan oleh orang-orang yang mereka ikuti. Di sisi lain, influencer juga
dapat berperan positif dengan menyebarkan pesan-pesan yang menginspirasi dan
mendukung gerakan sosial.
Krisis
seperempat usia, atau yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "quarter
life crisis," adalah fenomena yang semakin umum terjadi di kalangan
individu berusia 20-an hingga awal 30-an. Pada fase ini, banyak orang merasakan
ketidakpastian, kebingungan, dan kecemasan mengenai arah hidup mereka. Dalam
esai ini, kita akan mengeksplorasi penyebab, dampak, dan cara mengatasi krisis
ini, serta bagaimana fenomena ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh
generasi muda saat ini.
Ada
beberapa faktor yang berkontribusi terhadap munculnya krisis seperempat usia.
Pertama, tekanan untuk mencapai kesuksesan di usia muda sering kali sangat
besar. Generasi muda saat ini hidup di era di mana media sosial menampilkan
citra ideal tentang kehidupan, karier, dan hubungan. Perbandingan dengan orang
lain dapat menyebabkan perasaan tidak cukup baik dan ketidakpuasan terhadap
pencapaian pribadi.
Kedua,
ketidakpastian ekonomi juga memainkan peran penting. Banyak lulusan baru yang
menghadapi tantangan dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan harapan mereka.
Tingginya biaya hidup, utang pendidikan, dan persaingan yang ketat di pasar
kerja dapat menambah beban mental. Hal ini sering kali membuat mereka merasa
terjebak dan bingung tentang langkah selanjutnya.
Ketiga,
perubahan dalam dinamika sosial dan keluarga juga turut berkontribusi. Sebagian
besar individu di usia ini mengalami perubahan besar dalam hidup, seperti
perpisahan, pindah ke kota baru, atau bahkan menjadi orang tua. Ketidakpastian
dalam hubungan pribadi dapat menambah tekanan emosional yang sudah ada.
Dampak Krisis Seperempat Usia
Dampak
dari krisis seperempat usia dapat bervariasi, namun beberapa efek umum termasuk
kecemasan, depresi, dan perasaan kesepian. Banyak orang yang mengalami krisis
ini merasa kehilangan arah dan tujuan hidup. Mereka mungkin merasa terjebak
dalam rutinitas yang monoton, tanpa mengetahui cara untuk keluar dari situasi
tersebut.
Krisis
ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan. Rasa cemas dan
tekanan dapat menyebabkan masalah tidur, penurunan produktivitas, dan bahkan
masalah fisik. Jika tidak ditangani dengan baik, krisis ini dapat berlanjut dan
mengakibatkan dampak jangka panjang pada kehidupan pribadi dan profesional.
Menghadapi
krisis seperempat usia bukanlah hal yang mudah, tetapi ada beberapa cara untuk
mengatasinya. Pertama, penting untuk memberikan diri sendiri izin untuk merasa
bingung dan tidak pasti. Menyadari bahwa banyak orang mengalami perasaan serupa
dapat membantu mengurangi rasa kesepian.
Kedua,
mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional dapat sangat membantu.
Diskusi terbuka tentang perasaan dan kekhawatiran dapat memberikan perspektif
baru dan membantu individu merasa lebih terhubung. Terapi atau konseling juga
dapat menjadi pilihan yang baik untuk membantu mengatasi perasaan yang sulit.
Ketiga,
menetapkan tujuan kecil dan realistis dapat membantu mengurangi tekanan. Fokus
pada langkah-langkah kecil menuju pencapaian yang lebih besar dapat memberikan
rasa pencapaian dan meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, mengeksplorasi
hobi atau minat baru juga dapat memberikan makna dan kepuasan.
Kesimpulan
Krisis
seperempat usia adalah bagian dari perjalanan hidup yang banyak dialami oleh
generasi muda. Meskipun dapat menjadi pengalaman yang menantang, penting untuk
diingat bahwa perasaan bingung dan cemas adalah hal yang normal. Dengan
dukungan yang tepat dan pendekatan yang konstruktif, individu dapat mengatasi
krisis ini dan menemukan arah serta tujuan hidup yang lebih jelas.
Fenomena
ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam dunia yang
terus berubah. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih memahami
dan mendukung mereka dalam menghadapi fase penting dalam hidup ini. Dengan
demikian, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih positif dan
mendukung bagi generasi yang akan datang.
Kehidupan
Generasi Z di Indonesia dipenuhi dengan tantangan dan keunikan. Mereka
menghadapi tekanan untuk tampil sempurna, beradaptasi dengan tuntutan dunia
kerja, dan menyuarakan isu-isu sosial yang penting. Namun, di balik tantangan
tersebut, mereka juga memiliki akses luar biasa terhadap informasi dan
teknologi, yang memungkinkan mereka untuk berinovasi dan beraktivitas secara
kreatif.
Generasi Z
memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif di Indonesia. Dengan
pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang mereka hadapi dan dukungan dari
masyarakat, mereka dapat menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik untuk
generasi mendatang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mendengarkan suara
mereka, memahami perspektif mereka, dan bersama-sama menciptakan lingkungan
yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Monday, August 26, 2024
Si Adun dan Keseimbangan Semesta.
[]
Assalamualaikum.
Begitu kalimat pertama yang meluncur dari Adun, anak sekolah menengah yang
memiliki keterbatasan mental. Saya sering bertemu anak itu di mesjid. Menurut
bapak saya, Adun anak yang baik dan sering berinteraksi dengan orang normal di
sekelilingnya. Bapak saya pernah bertutur juga kalau Si Adun sering
mengambilkan air minum bagi jamaah mesjid ketika acara pengajian. Artinya dapat
saya pahami bahwa anak itu tidak sepenuhnya memiliki kekurangan sebagaimana
anggapan orang pada umumnya.
Pernah
suatu hari semesta berkehendak atas izin Allah saya berinteraksi dengan Adun.
Bertanya kabar, tinggal dimana, dan tidak lupa menyelipkan pesan semangat dan
selalu siap waspada. Adun menanggapinya dengan ceria, selalu dengan tawa renyah
di wajahnya. Saya percaya andai si Adun itu dikasih hidup normal pastilah dia
akan menjadi sebagaimana anak seusianya, tanpa embel-embel berkebutuhan khusus.
Inilah konsep takdir yang manusia jarang ketahui, malahan yang manusia hanya ketahui
itu perkataan sia-sia andaikan dulu ini itu anu saya begini dan begitu dan
seterusnya. Bukan itu konsep takdir sejatinya yang telah ditulis jauh 50 ribu
tahun sebelum penciptaan alam semesta ini.
Hal
yang buat saya berkesan kepada Adun yaitu anak seperti itu masih memiliki
kemauan untuk salat berjamaah di mesjid meski dia tau keterbatasan akal yang
dimilikinya. Salat di mesjid mungkin bagi sebagian orang merupakan hal biasa
saja, namun bagi saya itu membuktikan konsistensi dan konsekuensi iman seseorang
yang mengaku bertauhid.
Banyak
orang yang tinggal bersebelahan dengan masjid. Saban hari mendengar suara azan
yang nyaring, namun sedikit orang yang hatinya tergerak untuk ke masjid.
Artinya bahwa hidayah itu sesuatu yang teramat mahal di semesta ini. Suatu hal
yang murni menjadi hak prerogratif Allah yang diberikan kepada hamba yang
dikehendaki-Nya. Wajar kalau manusia dilabel oleh Allah sebagai manusia sesat
bahkan lebih sesat dari hewan karena diberi pendengaran tidak digunakan
sebagaimana mestinya yaitu untuk ibadah.
Maka
dari itu saya pikir fitrah manusia waras akan berkata bahwa surga itu merupakan
suatu produk Allah yang mahal harganya melebihi apapun di dunia ini. Karena
fakta dan nyatanya, dunia ini akan punah, tak ada yang abadi di dunia ini. Logika
sederhana dari akal yang waras yakni bahwa surga tidak mungkin didapat dengan
santai dan leyeh-leyeh tanpa ada pengorbanan diri. Sejarah telah mencatat
bagaimana perjuangan Nabi dan para sahabatnya memperjuangkan agama ini dengan
harta dan jiwa sebagai taruhannya. Lantas bagaimana dengan manusia yang hidup
jaman ini, yang tidak mungkin ibadahnya melebihi ibadah mereka yang telah
dijamin surga.
Saya
pun yakin Allah menciptakan manusia seperti Adun untuk memberikan warna pada
semesta ini. Bayangkan saja jika di alam semesta ini hanya dihuni oleh makhluk
dengan satu karakter yang sama, makan akan membosankan sekali hidup di alam
semesta ini. Pun seterusnya ada istilah orang kaya dan orang miskin yang saling
berlawanan maknanya. Orang kaya membutuhkan eksistensi orang miskin agar dia
bisa dibilang kaya, begitu pun sebaliknya.
Kaya
dan miskin, sejatinya berujung kepada perhitungan amal baik dan buruk dengan
variasi biner halal dan haram. Artinya harta halal bakalan dihisab, dan
sebaliknya harta haram bakalan diazab sesuai kadarnya. Ibnul Qayyim pernah berpesan
mengenai harta dan cinta dunia bahwa pecinta dunia tidak akan lepas dari tiga
perkara: kegelisahan terus menerus, keletihan berkelanjutan, dan penyesalan tak
henti.
Adun
adalah salah satu contoh dari sekian banyak contoh yang terabaikan dalam hidup
kita manusia urban yang sibuk mencari dunia tanpa ada ujungnya. Dari Adun saya
belajar untuk ikhlas dan senyum, tak peduli seberat apa masalah yang saya
hadapi. Sabar adalah level standar dalam ranah musibah, namun syukur adalah
level tertinggi dari itu semua. Syukur atas segala nikmat dan musibah sejatinya
itulah hal yang dikehendaki oleh Allah kepada manusia dalam segala hal dan
setiap detik waktu.
Begitulah
kehidupan, mengutip Rocky Gerung, bagi orang kaya kehidupan seperti komedi dan
sebaliknya bagi orang miskin kehidupan seperti tragedi. Artinya tergantung
bagaimana seorang manusia memaknai kehidupan di muka bumi ini yang sejatinya
hanya senda gurau dan permainan belaka. Istilah kaya dan miskin lahir akibat
konsekuensi penciptaan semesta. Sejatinya kaya atau miskin itu ujian apakah
manusia mampu bersyukur atau bersabar, jika tidak maka artinya manusia itu
tidak lulus ujian.
x
Monday, July 29, 2024
Dirgahayu JNE: Gass Terus Semangat 33 Tahun Menyala
Usia 33 tahun digambarkan dalam nubuat tradisi Islam
sebagai usia puncak seorang manusia dalam evolusi kehidupan dari mulai
kelahiran hingga kematian. Nabi Muhammad ﷺ bersabda bahwa nantinya manusia kelak di surga akan hidup abadi
dengan usia kurang lebih 33 tahun.[1] Ibnul
Qayyim menjelaskan hikmah diberi usia 33 tahun dengan sangat jelas, karena di
usia itu merupakan puncak dan keadaan paling sempurna dalam merasakan
kenikmatan. Karena di usia itu adalah usia kekuatan yang paling sempurna,
segala organ kenikmatan berkembang. Dengan gabungan dua ini, diperoleh
kesempurnaan kenikmatan dan kuat dalam menikmatinya. [2]Hal demikian kiranya terkait dengan perspektif dunia
medis Dari
sudut pandang medis yang menganggap bahwa usia 33 tahun sebagai bagian dari masa dewasa awal. Orang-orang pada
usia ini biasanya berada di puncak kesehatan fisik dan mental, sekaligus
sebagai akhir klimaks dan awal antiklimaks pertumbuhan tubuh manusia yang hidup. Adapun dalam literatur tradisi Nasrani
usia 33 tahun terkait dengan usia saat Yesus disalib kemudian diangkat ke langit
sebagai Mesiah penebus dosa manusia.
Di samping itu ternyata ada banyak fakta menarik
tentang bilangan usia ini. Usia 33 tahun dalam cerita budaya kuno di beberapa
belahan dunia memiliki arti spiritual yang kuat diantaranya budaya suku Maya
yang mengaitkan angka 33 dengan dewa alam bawah atau kematian sekaligus
melambangkan akhir dari siklus dan awal siklus baru. Angka ini pun kerap digunakan
dalam beberapa ritual adat. Adapun suku Aztec meyakini angka 33 merupakan
simbol dari dewa perang sekaligus sebagai simbol pengorbanan yang dilambangkan
kekuatan dan keberanian sehingga sering digunakan untuk pelbagai ritual.
Usia
33 tahun sering dianggap sebagai titik balik penting
dalam kehidupan. Pada usia ini, banyak orang telah mencapai kematangan dalam berbagai aspek
kehidupan, seperti dalam hal karir. Di usia 33
tahun, banyak orang telah menemukan passion
jati diri mereka dan membangun karir yang stabil.
Pengalaman dan keahlian yang telah diraih selama bertahun-tahun mulai
membuahkan hasil. Di usia inilah biasanya keahlian seseorang semakin kokoh dan
konsisten menempuh jalannya. Kemudian dalam hal keuangan, pada usia ini, banyak orang telah mencapai stabilitas keuangan. Mereka
sudah memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan diri dan
keluarga, bahkan mungkin mulai berinvestasi untuk masa depan.
Adapun
terkait dengan hubungan manusia dengan lawan jenis, di usia 33 tahun, banyak orang
telah menemukan pasangan hidup
dan membangun keluarga yang bahagia.
Mereka juga telah menjalin hubungan yang lebih kuat dengan keluarga dan teman
dekat. Kemudian jika ditinjau dari sisi kesehatan maka pada
usia ini, banyak orang masih dalam kondisi kesehatan yang
prima. Mereka mulai lebih sadar akan pentingnya menjaga
kesehatan dengan berolahraga dan makan makanan bergizi. Terkait dengan pencerahan diri maka di usia 33
tahun, banyak orang mulai melakukan refleksi diri
dan mencari makna hidup.
Mereka mungkin mulai tertarik dengan spiritualitas, filsafat, atau berbagai hal
yang dapat membantu mereka untuk berkembang sebagai pribadi.
Di sisi lain angka 33 dalam numerologi Barat
seringkali dianggap sebagai angka master yang memiliki makna khusus. Ini merupakan
kombinasi dari angka 3 yang melambangkan kreativitas, ekspresi, dan komunikasi,
serta angka 6, yang mewakili kasih sayang, harmoni, dan tanggung jawab. Artinya
jika angka 6 identik dengan simbol satanik yang dilambangkan dengan 666 maka
angka 33 merupakan simbol cinta gabungan 2 simbol hati yang bertaut. Dalam hal
cinta, angka 33 dapat melambangkan keseimbangan dan harmoni, serta dapat
mendorong pemberian dan penerimaan cinta yang seimbang dalam hubungan. Angka
ini juga dapat menunjukkan bahwa seseorang harus bersikap penuh kasih sayang
terhadap diri sendiri dan orang lain, dan bahwa mereka harus menyembuhkan luka
emosional sehingga dapat memeluk perubahan dalam kehidupan pribadi mereka
dengan hati yang terbuka dan menyebarkan cinta dan hal positif.
Adapun
sebagai contoh sukses orang di usia 33 tahun diantaranya yang kesohor yaitu: J.K.
Rowling sang penulis novel fiksi Harry Potter, Oprah Winfrey sang ratu
talkshow, Kolonel Sanders sang penemu resep ayam goreng, Jack Ma pendiri
Alibaba grup, dan lain sebagainya. Begitulah kiranya rahasia dan fakta di balik
usia 33 tahun yang menjadi ilustrasi perjalanan hidup manusia.
Alih-alih
tentang cerita tentang kisah sukses JNE Express tentunya sangat dekat dengan
kehidupan saya. Sejak kecil hingga bertumbuh melewati bilangan usia 33 tahun,
saya hampir terbiasa dengan pelbagai layanan JNE Express. Menurut saya bukan
hal mudah mencapai titik sejauh ini, yang pastinya telah menguras pelbagai
usaha, keringat, air mata dan sebagainya demi mencapai sebuah konsistensi hingga
melahirkan prestasi.
Masih
kuat dalam ingatan saya cerita kecil saya bagaimana rasa bahagia menerima paket
ekspedisi kala itu yang belum ramai seperti sekarang ini, tidak banyak jasa
pengiriman barang antar kota antar pulau ketika itu, pastilah dapat ditebak JNE
Express yang menjadi raja jasa pengiriman barang. Dalam benak saya yang masih
anak kecil kala itu konsep pengiriman ekspedisi itu ya JNE Express layaknya
nama merk air mineral yang terkenal itu, yang selalu disebut orang-orang tanpa
menyebut jenis barang atau jasanya.
Cerita
yang paling berkesan pada saat saya beranjak remaja menuju dewasa mungkin
ketika Ayah saya mengirimkan ponsel melalui JNE Express menggunakan paket YES
(Yakin Esok Sampai) yang menunjukkan sebuah doa dan harapan sekaligus energi
optimisme dalam etos kerja. Walhasil saya terima paket itu dari Jakarta tujuan
Surakarta. Betapa senangnya saya menerima paket tepat waktu mengingat waktu itu
saya terkendala komunikasi jarak jauh karena harus merantau ke luar Jakarta
mengadu nasib.
Ada
rasa aman dan nyaman dari apa yang sudah saya alami di atas. Fitur JNE Express paket
YES menjanjikan garansi uang kembali apabila barang terlambat sampai ke tujuan
yang disebabkan oleh pihak JNE. Rasa aman dan nyaman inilah yang memang
seharusnya sudah wajib melekat dalam dunia jasa pengiriman mengingat resiko
kerusakan dan keterlambatan pengiriman pastilah ada. Menurut saya usaha apapun
yang terkecil atau apapun dalam hidup ini selain waktu, maka rasa aman dan
nyaman merupakan garansi seperti paspor yang berlaku di seluruh belahan bumi
manapun. Dia adalah modal utama manusia untuk hidup dan menghidupi di kehidupan
ini, sehingga tak ayal suku Quraish di dalam Alquran diberikan satu surah
khusus oleh Allah yang isinya garansi keamanan dari rasa lapar dan rasa takut.
Pencapaian
melewati angka lebih dari tiga dekade merupakan gabungan dari seluruh kerja
keras, disiplin, loyalitas, royalitas, dan tak lupa doa yang baik dari seluruh
pihak baik karyawan JNE Express, para petinggi pemegang jabatan, maupun doa-doa
konsumen yang selama ini merasakan hasil dari rentetan unsur-unsur positif
tersebut. Layak sudah kiranya puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa menjadi
kalimat pertama yang meluncur untuk mewakili segenap perasaan, perkataan dan
perbuatan.
Akhirul kalam, apapun itu ijinkan saya haturkan ucapan tahniah, dirgahayu
PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir Express, teruslah menyambung kebahagiaan dari
generasi ke generasi, terus menjangkau Indonesia dan dunia.
#JNE #ConnectingHappiness #JNE33Tahun #JNEContentCompetition2024 #GasssTerusSemangatKreativitasnya
[]
[1] Halaqah 69: Al Jannah dan Kenikmatannya Bagian 4
HSI Abdullah Roy. https://ilmiyyah.com/archives/903
[2] (Ibnul Qayyim Al Jauzy, Hady al-Arwah ila Bilad al Afrah, 104).